Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

2 Negara Kepala "Negara Pasang Badan"

PULAU YEONPYEONG - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak menyatakan dirinya bertanggung jawabnya karena telah gagal melindungi Korsel dari serangan mematikan Korea Utara (Korut). Namun dia juga bersumpah Korut akan menerima konsekuensi buruk apabila mereka berani menyerang Korsel lagi.

Sayangnya, Lee tidak menyebutkan secara spesifik mengenai konsekwensi apa yang akan diterima Korut. Dia juga tidak mengatakan tindakan apa yang akan dilakukan Korsel sebagai bentuk respons atas serangan Korut ke Pulau Yeonpyeong milik Korsel. Serangan tersebut telah menewaskan dua marinir dan dua warga sipil serta meningkatkan tensi di kawasan tersebut.
"Saya merasa bertanggung jawab karena telah gagal melindungi nyawa dan harta rakyat saya," ujar Lee. "Saya juga merasa sangat kecewa dan menyesal atas tewasnya orang-orang yang tidak bersalah."
"Melancarkan serangan militer terhadap rakyat sipil adalah kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. Tindakan tersebut bahkan dilarang pada peperangan," lanjut Lee seperti dilansir Associated Press, Senin .
Lee juga mengatakan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan kapal penghancur Korsel telah ikut bergabung dalam latihan bersama kedua negara. Latihan tersebut merupakan aksi pertunjukkan kekuatan bersama untuk menahan tingkah laku agresif Pyongyang.

Sementara itu, Korut mengancam akan melakukan serangan tanpa ampun jika latihan terus dilanjutkan. Kondisi ini membuat rakyat Korsel mendesak Lee untuk segera menemukan cara menormalisasi tensi dan mengembalikan situasi damai di semenanjung.

Selasa, 16 November 2010

Obama: Semoga Jadi Haji Mabrur

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama beserta istrinya Michelle menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha bagi umat Muslim dunia.

Dalam sambutannya Obama mengharapkan para jemaah yang berada di Mekah dapat menjadi haji mabrur.
Sebelumnya, sekira lebih dari dua juta umat Muslim yang menggunakan ikhram berkumpul di Arafah, Arab Saudi sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah haji. 

"Michelle dan saya menyampaikan Hari Raya Idul Adha kepada umat Muslim dunia dan mengharapkan para jemaah dapat melaksanakan ibadah Haji dengan aman," pernyataan Presiden Obama seperti dikutip AFP, Selasa (16/11/2010).

"Tahun ini hampir tiga juta jemaah dari lebih 160 negara termasuk Amerika, berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ritual Haji dan berdoa bersama," lanjut Obama.

Dalam pesannya yang disiarkan pada Senin 15 November atau Selasa pagi waktu Indonesia, Presiden kulit hitam pertama AS ini mengatakan, jika ibadah Haji menjadi tonggak peringatan dari nilai dan akar dari Islam yang merupakan agama terbesar di dunia.

"Atas nama rakyat Amerika, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah Haji semoga menjadi Haji mabrur," demikian pernyataan Presiden Amerika. 

Neo-Konservatif di Belakang Bush

AKARTA - Mantan Presiden Amerika George W Bush berusaha membersihkan namanya dan menuding wakilnya sebagai orang atau kelompok yang bertanggung jawab terhadap invasi ke Irak. Tapi, sejumlah pihak, jauh sebelum itu, sudah membuktikan sebaliknya.

Dalam memoar berjudul Decision Points yang terbit baru-baru ini Presiden Bush seperti berusaha cuci tangan sambil melemparkan "kotoran" ke muka koleganya sendiri, mantan Wakil Presiden Dick Cheney dan kelompok neo-konservatif.

"Tak ada yang lebih terkejut dan marah ketimbang saya, ketika kami tidak menemukan senjata semacam itu. Saya merasa muak bila memikirkannya dan perasaan itu masih ada hingga saat ini," tulis Bush dalam buku tersebut.
Tapi fakta-fakta sebaliknya mengenai Bush dan kelompok neo-konservatif yang mendukungnya bertebaran. Sebuah buku, menyebut salah satu contoh, berjudul Blackwater yang ditulis wartawan investigasi Amerika Jeremy Schahill justru mengungkapkan sebaliknya.
Jeremy menulis, September 2000, kelompok neo-konservatif membuat satu makalah yang diberi judul Membangun Kembali Pertahanan Amerika: Strategi, Kekuatan, dan Sumber Daya Bagi Abad Baru.
Laporan ini mengatakan dengan tegas: proses transformasi, bahkan jika membawa perubahan revolusioner, mungkin akan memakan waktu lama jika tak ada bencana atau kejadian besar yang berfungsi sebagai pemicu, seperti serangan atas Pearl Harbor baru.
Satu tahun lewat satu bulan setelah laporan itu keluar, Gedung WTC di New York diserang teroris. Pearl Harbor yang ditunggu-tunggu oleh makalah itu terjadi dan menjadi katalisator Amerika menyerang Irak dan sebelumnya Afganistan.

Apakah kejadian itu kebetulan? Atau apakah para penulis makalah itu seorang "nabi" yang nubuatnya terbukti? Mungkin ini terlihat seperti teori konspirasi yang buruk, tapi apa yang disarankan dalam laporan itu dan kejadian di Gedung Kembar terlalu mudah untuk terjadi di negara yang intelejennya super-canggih.
Siapakah anggota neo-konservatif penulis laporan itu? Ini dia: Dick Cheney, Paul Wolfowits, Douglas Feith, Stephen Cambone, dan banyak lagi. Sebagian besar anggota kelompok neokonservatif ini lalu masuk ke departemen Pertahanan yang menjadi arsitek pelaksana dari invasi ke Afganistan dan Irak.
Yang tak kalah berpengaruhnya, meskipun tak masuk ke dalam administrasi Bush adalah Erik Prince, pemilik Blackwater, perusahaan swasta yang memasok tentara bayaran di Irak.
Prince adalah neo-konservatif tulen dari keluarga sayak kanan Kristen radikal pendiri perusahaan multilevel marketing, Amway. Prince menganggap, seperti ditulis Jeremy Scahill, perang di Irak sebagai Perang Salib. Frase ini pula yang digunakan oleh Bush saat awal invasi ke Irak yang kemudian diralatnya setelah memicu kontroversi di seluruh dunia, namun sudah terlanjur dipercaya oleh dunia Islam.

Lalu melihat fakta-fakta yang disodorkan Scahill dalam bukunya Blackwater, apakah kita percaya akan pernyataan Bush bahwa dia sama sekali terkejut mengetahui tidak ada senjata pemusnah massal yang dimilik Irak dan Wakilnya Cheney adalah, "orang yang tak memiliki hati, seperti Darth Vader dalam pemerintahan saya."

Darth Vader adalah tokoh antagonis dalam film Star Wars. Tokoh ini diasosiasikan sebagai penjahat atau setan. Frase setan diucapkan oleh Bush saat menunjuk Irak, Iran, Korea Utara sebagai Poros Kejahatan (Axes of Evils).

Selasa, 09 November 2010

Sambutan Dingin Bagi Presiden Obama

Jakarta - Kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia berbarengan dengan jatuhnya popularitas di AS dan bencana bertalu Wasior, Mentawai dan Merapi di Indonesia. Sambutan warga Indonesia terlihat dingin.

Indonesia dan dunia Islam dingin menyambut Obama. Selama ini Obama juga dinilai hanya pandai beretorika oleh kalangan intelektual Islam di Indonesia, sementara kinerjanya untuk perdamaian Timur Tengah, terbukti gagal.

"Obama terbukti hanya retorika, sehingga Dunia Islam tidak antusias menyambutnya, termasuk Indonesia," kata Azyumardi Azra, mantan Rektor UIN Jakarta dan cendekiawan Muslim.

Ungkapan "Barry (panggilan Obama) pulang kampung" ke Jakarta, tidak bergema. Malah demonstrasi masyarakat dan mahasiswa yang menyambutnya. Ada kekecewaan serius di kalangan Muslim terhadap Obama di Indonesia.

"Ummat Islam pesimistis atas peran Obama dalam kancah global, apalagi di dalam negerinya ia gagal memperbaiki perekonomian sehingga Partai Republik kembali memenangkan pemilihan sela dan menguasai kursi Kongres," ungkap Abdilah Toha, politisi PAN di DPR dan Direktur Mizan.

Kunjungan Obama ke Indonesia sudah antiklimaks dan membuat masyarakat apatis. Ditambahkan lagi kegagalan kebijakan AS era Obama dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah. Meskipun Obama mendukung pembangunan masjid atau Islamic Center di kawasan WTC New York, tetap saja pesimisme umat Islam mewarnai kunjungan Obama ke Jakarta.

Obama hampir pasti tak membawa dampak positif bagi kemajuan Indonesia. Celakanya, bagi Amerika, Indonesia bukanlah negara yang cukup diperhitungkan untuk hubungan global, apalagi dapat memberikan dampak positif bagi negara adidaya itu.

Meski Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, namun hal itu tidak berdampak banyak dan berpengaruh dibanding negara-negara Islam di Timur Tengah, bahkan dibanding Pakistan yang wilayah dan penduduknya lebih kecil.

"Indonesia adalah masyarakat Muslim terbesar di dunia serta negara demokratis terbesar ketiga, setelah India dan Amerika. Namun, hal itu tidak berimplikasi bahwa Indonesia berpengaruh di Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan, tempat tinggal sebagian besar umat Islam di dunia," terang R William Liddle. Profesor Ilmu Politik, The Ohio State University, AS

Menurut Liddle, klaim banyak pengamat dan pejabat bahwa Indonesia adalah semacam role model, suri teladan, bagi kekuatan prodemokrasi di dunia Muslim sama sekali tidak bergema di negara-negara bersangkutan.

Obama Harus Copot Sepatu Saat Masuk Istiqlal!

JAKARTA - Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Mubarok, mengatakan, Presiden AS, Barrack Obama harus membuka dan melepas sepatunya saat memasuki masjid Istiqlal. Pernyataan Mubarok tersebut juga sekaligus sebagai jawaban adanya rumor yang mangatakan Obama akan masuk dengan mengenakan sepatunya ke dalam Istiqlal.

"Seperti para tamu-tamu lain, Obama juga akan membuka sepatunya. Malahan Istiqlal sekarang ini batas sucinya sudah sampai depan teras sana. Saya kira dia juga akan sama membuka sepatunya. Istiqlal ini sudah sering menerima tamu kepala-kepala negara. Mereka semua ikut aturan kita," ujar Mubarok pada wartawan saat ditemui di Istiqlal.

Mubarok mengatakan, sebetulnya Istiqlal sudah terbiasa menerima tamu negara. Karenanya, segala persiapan penyambutan seperti karpet merah dan lainnya sudah mereka siapkan. Bahkan, sarana penyambutan seperti itu sudah ready to use kapanpun ada tamu negara yang datang ke Istiqlal.

"Kalau soal karpet merah dan lainnya, tentu Istiqlal sudah menyiapkan. Kami sudah pasang permanen di pintu VVIP. Karena memang tamu kehormatan yang datang kesini tidak sedikit. Paling kalau sudah warnanya rada pudar, kami ganti yang baru," ujar Mubarok.

Menurutnya, jika dilihat sepintas, memang Istiqlal seolah tidak mengadakan persiapan apapun terkait kedatangan Obama, namun Mubarok menegaskan, untuk standar pelayanan serta persiapan penyambutan tamu negara, Istiqlal telah lebih dahulu siap ketimbang lokasi-lokasi lain.

"Nantinya Obama mau diajak kemana, sudah kami siapkan. Terus juga ada cindera mata dan sebagainya. Termasuk melihat bedug raksasa yang kami punya. Jadi Istiqlal telah siap kapanpun tamu datang. Setelah Obama kesini nanti, sorenya juga datang rombongan kenegaraan dari Austria. Mereka bahkan lebih banyak," ujar Mubarok.

Minggu, 07 November 2010

Livestock, residents’ reluctance halts Merapi evacuation

Despite calls from authority to flee their homes following the Mount Merapi eruption, some residents in several Boyolali villages have chosen to return home for either feeding their livestocks or taking their valuables.

Sahir, who lives in Kupo village, nine kilometers away from Mount Merapi, said he and his wife left their refugee camp in Ampel , Boyolali, every morning to feed their five cows at home. 

"We spent around an hour to cut grass for them [the cows]," said the father of three, whose village, located in Cepogo district, lies only nine kilometers away from Mt. Merapi. 

Sahir said he and some other farmers under refugee had used to pay someone for taking care of their livestock, including finding them grass and delivering it home.

"With five cows, I need to pay at least Rp 40,000 (US$4.5) per day for such service. Since I'm running out money, I now have no option except feeding my cows by myself," he said.

Cepogo police chief First. Insp. Bambang Brusitom said the local authority had worked hard to convince residents in his area to immediately move to a safer location.

He said the police had deployed their officers to assist the search and rescue team looking for residents who still stay at their homes.

"It is our responsibility to ensure the safety, but honestly, we can't do nothing if they insist [to stay]," said Bambang, who on Sunday closed his office in Cepogo and moving it some 15 kilometers away from Mt. Merapi.

Some SAR officers met by the Post along the street heading to Mt. Merapi also shared the same concern.

"They [who refused to flee] gave us classic reasons, like they are afraid I'd someone steal their cows or other valuables at home," an officer said.

Jumat, 05 November 2010

Merapi spits out ‘worst eruption’ in a century

Mount Merapi showed no signs of abating on Thursday, shooting clouds of hot ash 10 kilometers into the sky.

Volcanic activity on Thursday led authorities to recommend the evacuation of 32 villages near Merapi in four regencies in Central Java and Yogyakarta.
Seventeen of the villages are in Magelang, four in Klaten and three in Boyolali in Central Java. Eight villages are in Sleman, Yogyakarta.
“This is Merapi’s worst eruption in the last 100 years,” Energy and Mineral Resources Ministry geology chief R. Sukhyar, referring to the scale of activity and the size of the volcano’s exclusion zone.
He spoke at a press conference with Volcanology and Geological Disaster Mitigation Center (PVMBG) chief Surono and Yogyakarta Volcanic Technology Development and Research Center head Subandrio.
Sukhyar said Merapi was in critical condition, evinced by explosive outbursts which sent hot clouds 11 kilometers down its slopes.
In 1994, 60 people were killed when the volcano erupted. In 1930, when volcanic monitoring was in its infancy, another eruption claimed more than 1,300 lives. Forty-four people have perished since Merapi’s most recent eruption began on Oct. 26.
“It’s never acted like this before,” Surono said as quoted by AP. “It looks like we may be entering an even worse stage.”
Currently, all residents living within 12 kilometers of Mt. Merapi have been evacuated, after authorities expanded the volcano’s danger zone from 10 to 15 kilometers on Wednesday.
Sukhyar said magma was now forming 100 kilometers under the volcano and might trigger a larger eruption.
“Considering the danger from Merapi, we recommended that the 32 villages be emptied and residents evacuated to safe zones,” he said.
Thursday’s eruptions were accompanied by thundering sounds that could be heard up to 25 kilometers away.
Trees near Merapi were black with ash and the smell of sulfur was strong on Thursday. Rain on Wednesday carried volcanic effuse   to nearby rivers, leading to flooding at the Gendol, Kuning and Boyong Rivers on Thursday. Five houses, a bridge and pipes belonging to Sleman regency’s tap water company (PDAM) were swept away.

Several evacuation centers were closed on Thursday and residents relocated to safer areas.
Frequent moves have left some evacuees, mostly children, traumatized. Six-year-old Nely Agustin was now afraid to look at the volcano and always cried at night, said her mother, Sri Suprihatin.
Sri said her family had been moving from one shelter to another.
“First we took shelter at Umbulharjo, then at Wukirsari. Later, we were back at Umbulharjo and now we have to move again,” Sri said.
With the expansion of the danger zone, the number of evacuees has increased to more than 25,000 in Yogyakarta and 60,000 in Central Java.
The Central Java provincial administration said its Rp 21 billion (US$2.35 million) disaster fund might be expended sooner than expected.
“Funds for the disaster may run out in less than a month,” Central Java legislator Rukma Setia Budi told The Jakarta Post on Thursday.
The PVMBG recently raised the warning status for 19 other volcanoes to its second-highest level,
including Mount Papandayan, Mount Bromo and Mount Anak Krakatau.


Khawatir Letusan Merapi? Cek Lokasi Anda

Jakarta- Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana membuka situs yang memudahkan orang untuk mengetahui apakah suatu daerah rentan terkena dampak letusan gunung Merapi.

Situs yang memasukkan fungsi pemetaan Google itu sangat mudah dioperasikan. Pengguna tinggal mengarahkan titik dari Gunung Merapi untuk mengetahui jaraknya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono sebelumnya mengatakan batas aman Merapi adalah 20 kilometer dari pusat letusan.

Dalam situs pemetaan itu dapat diketahui beberapa kawasan yang rawan adalah Candimulyo, Muntilan, Ngaglik, Jatinom, Boyolali, Ampel dan berbagaia wilayah lain.

Anda dapat melakukan pengecekan di situs berlamat http://students.ukdw.ac.id/~22074214/hitungjarak.p

Kamis, 04 November 2010

16 killed in East Nusa Tenggara flash flood

A flash flood that hit two hamlets in Skinu village, Timor Tengah Selatan regency in Nusa Tenggara on early Wednesday has killed 16 people and severely damaged 134 houses, a top official said Thursday.

Toeanas District chief David Kase told Antara news agency that 825 people have taken refuge after their house was hit by water overflowing Pono River.

David also said that there were reports of missing people, but the administration has yet attain accurate data.

The disaster-hit hamlets are located in isolated areas about 110 kilometers south of SoE, the capital of Timor Tengah Selatan.

Israel suspends 'dialogue' with UK

Israel has postponed all strategic dialogue with Britain in protest at a law which allows UK courts to prosecute visiting Israeli officials for alleged war crimes.
Strategic dialogue between the two countries takes place annually and focuses on defence and security issues.
"The strategic dialogue has indeed been postponed," Yigal Palmor, a foreign ministry spokesman, said on Wednesday.

The development came as William Hague, the British foreign minister, arrived in Israel for a two-day visit on Wednesday.
"The visit by foreign minister Hague is an important phase in the ongoing exchange between the countries and the question of Israeli officials being unable to travel to Britain will be on the top of the agenda as far as we are concerned," he said.
The law in question gives British courts "universal jurisdiction" to issue warrants against individuals accused of war crimes, including visiting foreign politicians.
Visits cancelled
Sherine Tadros, Al Jazeera's correspondent in Jerusalem, said that this issue was top on the agenda for Hague's visit.
"This is something that is vital for Israel and they are not happy how, time and time again, its' officials have to cancel trips to the UK because of fear of being arrested for war crimes," she said.
"The UK has said that this law needs to be changed but the question for Israel is when will the change happen."
Earlier this week, Dan Meridor, Israel's intelligence minister, cancelled a trip to London over general concerns he risked being arrested, with local media speculating it was in connection with Israel's deadly raid on a Gaza-bound aid flotilla in May.
Britain's embassy in Tel Aviv confirmed that the government was taking the issue very seriously and said that a draft amendment to the law would be put before parliament "in the coming weeks".
"The British government understands that we have a real problem and we are dealing with it," spokeswoman Karen Kaufman told AFP, saying it would take "several months" before any amendment was passed.
"We will present a draft (amendment) in the coming weeks with the goal of passing it in this current sitting of parliament," Kaufman was quoted as saying.
This year's strategic dialogue meeting, which had been expected to take place in Britain last month, did not happen, a diplomatic source said.
But a spokesman for the prime minister's office refused to comment on the issue, saying: "We don't talk about strategic dialogue. It's a sensitive issue."
Israel has been pushing for Britain to amend the legislation for five years after a number of high-profile political and military officials were forced to cancel visits over arrest fears.
Warrants issued
In January, Gordon Brown, Britain's then Labour prime minister, pledged to change the law after Israeli opposition leader Tzipi Livni, who was foreign minister during the 2008-9 war on Gaza, cancelled a trip after a warrant for her arrest was issued, provoking a diplomatic spat.
In an interview with Israeli newspaper to coincide with his first visit to Israel as foreign secretary, Hague said it would be prudent for Israeli officials to wait for the law to be amended before visiting Britain.
"I think it would be wise to first pass this law and then invite them," Hague said.
Hague arrived in Israel late on Tuesday for talks which were expected to focus on helping Israel and the Palestinians break the deadlock in peace negotiations.
Talks were suspended in late September after the expiry of a moratorium on Jewish settlement building in the occupied West Bank.
Israel has refused to reimpose the moratorium, while the Palestinians say they will not hold talks while settlers are building on Palestinian land, prompting a flurry of diplomatic efforts to break the impasse.
Our correspondent said that among the scheduled meetings, one was centred around the Iranian nuclear row.
"Sources are saying that Israel is trying to find out whether sanctions are biting Iran," Tadros said.
"The Israelis will probably say that they are not and try to push for more pressures against Iran."

Qantas jet makes emergency landing

A troubled Qantas airliner has landed in Singapore with smoke coming out of its underside and was quickly surrounded by six fire engines, an reporter from the AFP news agency said.
Fire engines immediately swarmed the aircraft as soon is it landed on the tarmac on Changi Airport on Thursday.

"I can see smoke coming out of it," the reporter said.
Australian government said no passenger or crew was injured during the ordeal.
Al Jazeera's Step Vaessen, reporting from Jakarta, the Indonesian capital, said that Qantas, Australia's flagship carrier, has confirmed that the plane had safely landed in Singapore.
"A total of 433 passengers have safely landed after more than two hours of very scary moments in the air," she said.
"A huge piece of debris came down from the sky after witnesses reported a mid-air explosion over the Indonesian island of Batam."
The plane, an A380 Airbus, was flying from London to Sydney via Singapore. The Airbus A380 is the largest commercial aircraft. It was unveiled few years ago.

Pendaratan Pesawat Qantas di Singapura Berlangsung Dramatis

Pesawat superjumbo Airbus A380 milik maskapai Qantas melakukan pendaratan darurat di Singapura setelah mengalami masalah mesin saat melintas di Batam. Pendaratan tersebut berlangsung dramatis.

Begitu mendarat di Bandara Changi, pesawat tersebut langsung disambut enam kendaraan pemadam kebakaran. Mereka langsung menyemprotkan cairan ke pesawat bertingkat tersebut.

Demikian diberitakan kantor berita AFP, Kamis (4/11/2010) yang menyebut peristiwa ini sebagai keadaan darurat di atas udara pertama yang melibatkan pesawat Airbus A380.

Menurut reporter AFP tersebut, salah satu mesin di sayap kiri pesawat tampaknya hilang dan daerah di sekitarnya gosong menghitam.

Serpihan pesawat yang tampaknya merupakan bagian dari ekor pesawat tersebut telah ditemukan di Batam. Sebelumnya warga Batam sempat mendengar suara ledakan di udara.

Pesawat bertujuan Sydney, Australia itu mengangkut 433 penumpang dan 26 kru. Qantas menyatakan pesawat telah mendarat dengan selamat di Singapura pada pukul 11.45 waktu setempat.

Rabu, 03 November 2010

International travel to (and from) Tokyo just got quicker and funkier Read more: Haneda International Airport: International travel to (and from) Tokyo just got quicker and funkier


Arriving at Narita international airport and traveling by train through the concrete clutter of Tokyo’s east side, many tourists can’t help but think that Japan is a grey country with tired infrastructure.
They'll also wonder why it seems so difficult to get to Tokyo, even after landing in Japan. Despite a recently opened high-speed airport train cutting travel times by a third, it can still take over an hour to get from Narita International Airport to central Tokyo.
The new international terminal at Haneda Airport however, opened on October 21, can get passengers from the airport to downtown Tokyo -- or vice versa -- in around 30 minutes, and at last gives Tokyo a funky new international gateway that enhances the city’s reputation for futuristic designs amid a proud ancient culture

A shiny new first impression

“It’s beautiful,” says a young woman from the Shibuya area of Tokyo, joining a chorus of praise from passengers on their way to a quick holiday in Seoul. “It’s much easier to go from Shibuya to here than Narita.”
With curving lines, dazzling lights and broad views, Haneda finally puts Tokyo in a league with Shanghai and Dubai for spiffy new airports.
Haneda first opened in 1931 and the International Terminal -- work on which began in May 2008 -- is the airport's third.
To picture the new Haneda International Terminal, think of Roppongi’s Tokyo Mid-Town complex.
Upon landing in Tokyo, tourists can catch a shakuhachi performance by John Kaizan Neptune or other traditional performers at a special stage above the departure level.
Or they can wander amid the blue lights, black walls, red umbrellas and glowing lanterns that conjure the brilliance of Asakusa, Akihabara and Shibuya.
Though train travel between Haneda and Narita will still take at least 90 minutes, Haneda is more convenient for passengers coming from Yokohama or from west and central Tokyo.
Haneda is 14 kilometers from Tokyo and only 20 minutes by train from the ticket gates at Shinagawa, 13 minutes from Shibuya in central Tokyo.
This compares to Narita Airport, 60 kilometers away, to which the fastest Sky Access train takes 36 minutes from stations in Tokyo's eastern side (Ueno and Nippori), themselves a further 30 minutes from downtown Shibuya and Shinjuku.


A multilingual hub

Hoping to spark a tourism boom in Japan, the new government has encouraged a friendly and welcoming vibe. Screens display flight information in Japanese, English, Mandarin and Korean.
Security guards don’t seem to mind photographers attracted by the terminal’s clever angles and light effects. When asked how to get to the planetarium, one police officer smiles and tries out his newly learned English.
“It’s over there. Please go straight. Thank you. Have a nice day.”
Getting into central Tokyo or Yokohama is suddenly easy.
Directly outside the arrivals area, a long escalator spills directly into the ticket gates for the Keikyu line, only about 20 minutes to Shinagawa or Yokohama. The Monorail train, meanwhile, goes to Hamamatsucho, convenient for business travelers working in Marunouchi.
For now, many airlines will try to take advantage of increased demand for the much closer airport by setting higher fares at Haneda than the distant Narita. An economy round-trip from Hong Kong to Tokyo Haneda is currently priced at HK$4,320 (pre-tax) for travel in December 2010 compared to HK$3,500 (pre-tax) for Narita, according to Cathay Pacific's online-booking website.
Many critics have blamed Japan’s high ticket prices on the government’s landing fees, which are several times higher than those at airports in London or Seoul, for example.


High prices

According to International Air Transport Association data, landing a Boeing 767 with 150 passengers will cost about ¥3,000 per passenger at Haneda, much higher than the rates of ¥1,200 at Changi in Singapore and ¥335 at Incheon outside Seoul, which has become a de facto hub for about 30 regional airports in Japan.
How the airlines will incorporate these into ticket prices may vary according to the airline.
Still, the Japanese government hopes a new “dual hub” strategy for Narita and Haneda will increase foreign arrivals by 2.2 million a year, and entice another 3.9 million Japanese to travel abroad.
The transport ministry thinks this could add ¥1 trillion per year in spending on domestic travel, hotels and dining.
"Haneda will mark its first step toward becoming a 24-hour international hub," says Sumio Mabuchi, Japan's transport minister, during the terminal’s official opening last weekend.
"It's important to operate Narita and Haneda in a unified way to promote the two airports as one international hub."
Haneda will connect with 17 foreign airports by February next year, including American Airlines to New York JFK, Delta Air Lines to Detroit and Los Angeles, British Airways to London Heathrow, Thai Airways to Bangkok Suvarnabhumi and Singapore Airlines to Singapore Changi.
Narita’s network will remain much larger: 97 foreign cities in 43 countries.


Possible awkward flight times

While flights to Asian destinations will leave between 6 a.m. and 11 p.m., planes for Europe and North America can only land or depart between 10 p.m. and 7 a.m., meaning awkward arrival and departure times both in Tokyo and at the other end.
An American Airlines flight from Haneda, for example, will leave the airport at 6.40 a.m., which means waking up in Tokyo at 3 a.m. to take a taxi to reach check-in, then landing at JFK in New York at 5:15 a.m. local time, too early to check into a hotel for sleep before a meeting.
Daniel Fath, a senior consultant providing public relations support for American Airlines in Japan, says in an email that passengers can benefit twofold. "Business people, especially those in the financial industry, can complete a full day’s work in New York before hopping the evening flight back to Tokyo. Leisure travelers can enjoy a full day of shopping in Manhattan or catch connecting flights to destinations within the US, Caribbean and Central and South America."
The reality is, for many passengers those times will mean 48 hours or more without a proper sleep -- not exactly ideal for shopping or meetings. The times are much better coming back: departing after work at 6:15 p.m., and arriving in Tokyo at 10:20 p.m., in time to go to bed after an exhausting flight half-way around the world.
Otherwise, Haneda will at least be convenient for a quick weekend vacation to Hawaii, with three flights after 10:30 p.m. If Hawaii doesn’t relax you, the planetarium in the Starry Café will.






Australia: Terror attack in Manila may be imminent

The United States and Australia have warned of possible terrorist attacks in Manila and the southern Philippines, sparking a security alarm in the bustling capital with additional deployments of police patrols and intelligence agents.

Although the U.S. and Australia have previously issued similar security alerts for the volatile southern Philippines, where Muslim rebels and al-Qaida militants are active, they specifically mentioned Manila as a possible target in their travel advisories.

Philippine Defense Secretary Volaire Gazmin said Wednesday that the military and police have not monitored any specific threat but that the government is taking no chances.


Australia Peringatkan Kemungkinan Serangan Teroris di Manila

Manila - Pemerintah Amerika Serikat, Inggris dan Australia mengingatkan tingginya ancaman serangan teroris di Filipina. Bahkan pemerintah Australia menyatakan, ada laporan-laporan kredibel bahwa serangan teroris mungkin segera terjadi di Manila.

Dalam travel advisory yang dikeluarkan ketiga negara itu disebutkan, target-target serangan kemungkinan mencakup tempat-tempat yang sering dikunjungi para ekspatriat dan turis asing, seperti bandara dan pusat perbelanjaan. Warga pun diimbau untuk menerapkan kehati-hatian ekstra.

"Serangan-serangan teroris
, termasuk pengeboman, mungkin terjadi kapan saja, di mana saja di Filipina, termasuk di Manila," demikian Departemen Urusan Luar Negeri Australia dalam travel advisory bertanggal 2 November seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (3/11/2010).

"Kami terus menerima laporan-laporan kredibel yang mengindikasikan para teroris tengah merencanakan serangan terhadap berbagai sasaran, termasuk tempat-tempat yang sering dikunjungi warga asing.... Laporan-laporan yang bisa dipercaya mengindikasikan bahwa serangan teroris diperkirakan semakin dekat di Manila," demikian pernyataan pemerintah Australia.

Pemerintah Australia juga mengulang kembali imbauan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Mindanao, Filipina selatan dikarenakan tingginya ancaman kekerasan dan penculikan.

Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin menyatakan, pemerintah Filipina tidak menemukan adanya ancaman spesifik. Namun dikatakannya, peringatan ketiga negara tersebut ditanggapi dengan serius.

Selasa, 02 November 2010

Asteroid Jatuh ke Laut, Manusia seperti Vampire

Jakarta - Asteroid yang tercebur ke lautan dapat memicu siklus kimia yang merusak setengah lapisan ozon. Hilangnya pelindung ultraviolet matahari (UV) akan memaksa manusia seperti vampir tinggal di rumah di siang hari.

Skenario terburuk asteroid dengan lebar 1 kilometer dapat membuat lubang di lapisan ozon seperti yang muncul di atas Antartika pada 1990-an.

Tapi lubang ini bisa terjadi di seluruh dunia.

Tingkat UV dalam studi simulasi diketahui melebihi yang telah diukur dalam prakiraan harian Indeks UV tentang radiasi UV dan akan tetap seperti itu dalam dua tahun.

"Dampak asteroid di laut selalu disebut lebih berbahaya dibandingkan di daratan, tapi tidak banyak yang membahas tentang itu," kata Elisabetta Pierazzo, seorang ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona.

Pierazzo menggabungan keahlian di bidang pemodelan yang dikembangkan oleh AS dan ilmuwan atmosfer Jerman yang menunjukkan interaksi kimia atmosfer.

Mereka menguji skenario asteroid 1 km dan sebuah asteroid 500 meter di lokasi tertentu dan waktu tertentu.

Model menunjukkan bagaimana kerusakan ozon akan dihasilkan. Serangan asteroid akan meluncurkan ratusan mil uap air laut naik ke bagian tertinggi atmosfer.

Unsur kimia seperti klorida dan bromida yang dipisahkan dari uap air kemudian dapat mendatangkan malapetaka dengan merusak lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi.

Senin, 01 November 2010

Mahindra Jual Mobil Listrik di China Tahun Depan

Jakarta _-Salah satu pabrikan mobil terbesar di India, Mahindra & Mahindra berencana untuk meluncurkan mobil listrik Reva di pasar China tahun depan. Meningkatnya permintaan mobil ramah lingkungan di Negeri Tirai Bambu ditenggarai menjadi alasan Mahindra memutuskan itu.

Menurut Pawan Goenka, Chief Operating Officer M&M, peluncuran nanti memberi potensi menguntungkan bagi perusahaannya. "China adalah salah satu pasar mobil terbesar dan permintaan akan kendaraan ramah lingkungan dapat terus meningkat di masa datang, karenanya kami ingin membawa mobil kami ke pasar itu," ujarnya.

Saat ini Mahindra memiliki 55 persen saham Reva Electric Car yang bebasis di Banglore, India. Reva sendiri merupakan produsen mobil listrik terbesar di dunia saat ini. Produk yang dijual saat ini adalah REVAi, mobil mungil empat penumpang (2 dewasa dan 2 anak-anak) yang menggunakan motor listrik 13 kW. Selain itu, Reva juga telah memperkenalkan dua konsep mobil listriknya NXR dan NXG di ajang Frankfurt Motor Show tahun lalu.

Para analis otomotif memprediksikan akan ada 5 juta unit mobil listrik di jual di China pada tahun 2020, yang membuat negeri ini menarik bagi para produsen mobil listrik. Chetan Maini, otak lahirnya mobil listrik Reva mengatakan, "Perubahan teknologi akhir-akhir ini membantu kami untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia yang semakin luas."

Tanda Baru bahwa Mars Bisa Dihuni

Pencarian planet-planet baru yang bisa dihuni masih belum berhenti. Misi lama, seperti mencari tanda-tanda kehidupan di Mars dan kemungkinan bahwa planet itu bisa dihuni hingga kini masih dijalankan.


Menggunakan spektrometer Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA
, para peneliti dari Brown University baru-baru ini menemukan gundukan mineral silika di Planet Mars. Mereka menemukannya di daerah planet yang disebut Syrtis Major, tepatnya di wilayah gunung berapi Nili Patera yang berusia 3,7 miliar tahun.

Melihat letaknya yang ada di dekat gunung berapi, peneliti menduga bahwa gundukan silika itu berasal dari sumber air panas yang pernah ada di wilayah itu. Gundukan itu terbentuk ketika air panas keluar dan melarutkan batuan, membuatnya kaya akan mineral silika yang berasal dari batuan. Ketika air mendingin dan kontak dengan udara, material yang disebut hydrated silika terbentuk dan menyusun gundukan yang kini ditemukan.

Adanya gundukan silika yang berasal dari sumber air panas ini, menurut peneliti, merupakan salah satu tanda bahwa ada lingkungan kecil di Planet Merah yang bisa dihuni. "Ketika Anda punya air dan panas, seperti yang terdapat di tempat ini, Anda punya kesempatan untuk tinggal dan hidup," kata John Mustard, profesor geologi yang terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti lain, JR Skok, yang juga berasal dari universitas yang sama, menduga bahwa adanya sumber air panas itu paling tidak menandakan, pernah ada kehidupan primitif, seperti mikroorganisme. Jika hipotesis tersebut benar, maka ia mengungkapkan, "Akan sangat mungkin untuk menemukan kumpulan fosil mikroorganisme di wilayah itu."

Sejauh ini, belum ada bukti nyata tentang adanya kehidupan di Mars. Namun, temuan adanya silika di Mars ini bukanlah yang pertama. Penemuan sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2007 oleh misi Mars Spirit milik NASA. Keunikan temuan ini adalah adanya gundukan silika yang utuh.

Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh John Mustard dan JR Skok di jurnal Nature Geoscience tanggal 31 Oktober 2010. Ke depan, para peneliti berharap bisa mendeteksi seberapa mungkinkah lingkungan ini untuk dihuni, misalnya dengan melihat temperatur dan keasamannya.

Selasa, 26 Oktober 2010

PERDANA MENTERI AUSTRALIA PANTAU TSUNAMI MENTAWAI

MELBOURNE - Pemerintah Federal Australia menaruh rasa prihatin yang mendalam terkait sembilan warga negaranya yang hilang pasca-gempa Mentawai, Sumatera Barat, tadi malam.




Kapal sewaan Sumatran Surfariis yang ditumpangi warga Australia dan Jepang, diduga dihantam tsunami dan terhempas setelah gempa 7,2 Skala Richter mengguncang Mentawai.



Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan nasib warga negaranya.



Kapal itu membawa delapan sampai 10 warga Australia. Tentu, sangat mungkin ada masalah komunikasi. Sistem komunikasi telepon terputus,” ujar Rudd seperti dikutip kantor berita AAP, Selasa (26/10/2010).



Rudd mengaku sudah menghubungi duta besar Australia di Jakarta untuk memastikan sampai ada komunikasi dengan kapal tersebut.



Pejabat Australia juga sudah bekerja sama dengan pihak terkait dari Indonesia untuk melakukan pencarian kapal yang juga dinahkodai warga Australia tersebut.



Dalam kesempatan tersebut, Rudd juga menyampaikan simpati atas serangkaian bencana alam yang terjadi di Indonesia. “Saya memerintahkan kedutaan Australia di Jakarta untuk mengerahkan segala upaya untuk mendukung pencarian warga Australia, serta warga Indonesia yang menjadi korban akibat bencana ini,” ujarnya.

Senin, 25 Oktober 2010

Rusia Peringati Bencana Paling Mengerikan





Jakarta - Rusia pada Minggu memperingati 50 tahun bencana ruang angkasa yang dirahasiakan dan paling mengerikan di dunia. Saat itu 126 orang terbakar hidup-hidup saat kecelakaan terjadi di landasan peluncuran kosmodrom Baikonur.

Uni Soviet yang terkunci dalam perlombaan ruang angkasa dengan Amerika Serikat, mengembangkan sebuah rudal balistik antarbenua yang dikenal sebagai R-16.

Pada 24 Oktober 1960 prototipe roket itu dijadwalkan untuk diluncurkan ketika meledak di landasan peluncuran.

"Orang-orang meninggal dalam kesakitan yang mengerikan karena terbakar hidup-hidup. Tetapi negara dan seluruh dunia hampir tidak pernah tahu apapun tentang bencana mengerikan itu dan korban yang jadi pahlawan," kata badan antariksa Rusia Roscosmos.

"Sampai hari ini, kecelakaan itu dianggap yang paling mengerikan (tragedi) dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa," kata lembaga itu menjelang ulang tahun pada Minggu.

Barat mengetahui tragedi ini sebagai bencana Nedelin. Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia Mitrofan Nedelin adalah yang mengawasi program roket dan meninggal bersama dengan desainer dan penguji.

Pemerintah Soviet yang dipimpin oleh Nikita Khrushchev melakukan kerahasiaan total atas kecelakaan itu. File kegagalan peluncuran itu baru dibuka untuk publik pada 1990-an.

Secara kebetulan, di hari yang sama tiga tahun kemudian api di sebuah landasan peluncuran menewaskan tujuh penguji.

Akibat dua kecelakaan itu, 24 Oktober dikenal sebagai "hari hitam" menyangkut eksplorasi ruang angkasa Rusia, di mana para pejabat memperingati semua orang yang mendedikasikan hidupnya untuk program luar angkasa.

Mengirim manusia pertama ke ruang angkasa pada 1961 dan meluncurkan satelit pertama sputnik empat tahun kemudian, adalah salah satu pencapaian utama dari program luar angkasa Soviet dan tetap jadi sumber utama kebanggaan nasional di Rusia.