Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

"Polisi Belum Memastikan Apakah dari UFO atau fenomena Alama"


aktaul-info.tk Polisi belum bisa memastikan siapa yang membuat crop circle yang terbentuk di Berbah, Sleman. Namun kuat dugaan, bentuk lingkaran nan indah dan sungguh rapi itu bukan buatan manusia.

"Tidak ada tanda-tanda atau bekas-bekas yang menunjukkan bahwa ini buatan manusia. Lagi pula ini sangat rapi sekali," kata Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1/2011).

Selain itu, tidak ada satupun keterangan warga sekitar yang menyebutkan ada aktivitas aneh di lokasi itu. Warga yang pergi ke areal persawahan pada Sabtu 22 Januari lalu, juga tidak melihat adanya hal yang ganjil.

"Warga juga tidak ada yang bilang soal ada orang di sekitar lokasi lingkaran ini," kata Muliawan.

Muliawan mengatakan, saat ini, polisi masih menjaga lokasi. Police line sudah dipasang untuk menjaga agar warga tidak mendekat dan memasuki area crop circle.

"Tapi kita belum memastikan ini buatan siapa yang penting kita jaga dulu lokasi agar tidak rusak, dan padi-padi yang siap panen juga tidak tambah rusak karena banyak yang menonton," kata Muliawan.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas areal lahan persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Lingkaran 'UFO' yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan warga sejak Minggu kemarin. Mereka heran melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran dkk, padahal lingkaran itu belum ada pada Sabtu (22/1) lalu.

Lingkaran itu terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm. Lingkaran itu hingga kini masih misterius. Sejumlah ahli percaya crop circle itu buatan manusi

Selasa, 28 Desember 2010

BPK RI Sepakati Cara Mengakses Data dengan Sembilan Kementerian Negara/Lembaga 2

LogoRabu, 22 Desember 2010, Sekretaris Jenderal BPK, Hendar Ristriawan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan sembilan Sekretaris Jenderal dari Kementerian Negara/Lembaga di Auditorium Kantor Pusat BPK RI, Jakarta. Sembilan Kementerian Negara/Lembaga yang menandatangani nota kesepahaman itu adalah Kementerian Energi Sumber Daya Alam, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Lembaga Sandi Negara, Badan Narkotika Nasional. Kegiatan ini disaksikan juga oleh Ketua BPK, Hadi Poernomo, para Anggota BPK, para Menteri/Pimpinan Lembaga, Pejabat Eselon I dilingkungan BPK dan Kementerian Negara/Lembaga tersebut.
Nota Kesepahaman ini mengenai Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi untuk Akses Data dalam rangka Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Hal ini merupakan langkah strategis dalam rangka mewujudkan sinergi antara BPK dengan para pemilik kepentingan, termasuk di antaranya entitas yang diperiksa oleh BPK. Melalui kesepakatan bersama ini, ada tiga manfaat yang diperoleh, yaitu: pertama, akan terbentuk pusat data BPK dengan menggabungkan data elektronik BPK (E-BPK) dengan data elektronik auditee (E-Auditee), kedua, mempermudah pelaksanaan pemeriksaan BPK, dan ketiga, mendorong transparansi dan akuntabilitas data auditee. Hal ini juga bertujuan untuk memudahkan dalam pembentukan “BPK Sinergi”, yaitu mewujudkan efektifitas pemeriksaan BPK guna mendorong optimalisasi pengelolaan dan tanggungjawab keuangan Negara yang transparan dan akuntabel.
Dengan adanya kerja sama ini, maka pemeriksa BPK dapat melakukan akses data Kementerian Negara/Lembaga tersebut dari kantor BPK melalui sistem informasi yang dikembangkan dan dikelola bersama kedua pihak. Dengan cara ini, pemeriksaan BPK akan semakin efisien dan efektif. Waktu yang digunakan auditor di entitas yang diperiksa untuk proses pengumpulan dan pengunduhan data di entitas yang diperiksa menjadi berkurang karena sebagian atau seluruhnya sudah dapat dilakukan di kantor BPK.
Sesuai dengan ketentuan UU Nomor 15 Tahun 2004 Pasal 10 huruf a dan b, dan UU Nomor 15 Tahun 2006 Pasal 9 ayat (1) huruf b, BPK memiliki kewenangan untuk meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan setiap orang, unit organisasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, BLU, BUMD, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. Oleh karena inu pada kesempatan ini, Ketua BPK menegaskan bahwa yang disepakati dalam Kesepakatan Bersama ini bukan mengatur mengenai kewenangan atau perizinan akses data Kementerian Negara/Lembagatersebut oleh BPK tetapi Kesepakatan Bersama ini mengatur mengenai pengembangan dan pengelolaan sistem informasi untuk akses data Kementerian Negara/Lembagatersebut oleh BPK. “Kesepakatan Bersama ini hanya mengatur mengenai “cara” untuk mengakses data”, tegas Ketua.
Sebelumnya, BPK  telah melakukan MoU dengan enam Lembaga Negara, lima Kementerian/Lembaga, dan empat BUMN. BPK berharap agar Kementerian Negara/Lembaga/BUMN lainnya dapat segera melakukan kerja sama pengembangan dan pengelolaan sistem informasi untuk akses data dengan BPK. Secara bertahap pada akhirnya nanti dapat tercapai harapan BPK untuk menciptakan pusat data BPK dan strategi link and match  dalam pelaksanaan pemeriksaan berbasis elektronik atau e-audit sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok BPK untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara.


Selasa, 23 November 2010

DPR Curigai Skenario 'Menjatuhkan' IPO Garuda


Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mencurigai adanya upaya menjatuhkan kredibilitas PT Garuda Indonesia yang akan segera menjual saham perdananya lewat initial public offering (IPO). Dikhawatirkan kekacauan di Garuda yang makin kerap terjadi akan menjatuhkan harga saham perdana Garuda untuk keuntungan segelintir pihak.

"Seharusnya Garuda belajar dari pengalaman. Pergantian sistem tidak boleh mengakibatkan kekacauan, apalagi menjelang IPO, ini akan sangat merugikan mengingat Garuda sudah baik selama tiga tahun ini," ujar Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2010).

Kekacauan yang kerap terjadi dikhawatirkan karena permainan pihak tertentu. Dikhawatirkan Garuda akan mempunya nasib yang sama dengan IPO KS.

"Jangan-jangan ada kesengajaan membuat kondisi yang biasanya adem ayem menjadi seperti sekarang ini. Seperti ini membuat investor dan publik bertanya-tanya jangan-jangan ada upaya agar harga saham perdana Garuda dijual murah seperti kasus IPO Krakatau Steel," keluh Pram.

Oleh karena itu, Pram berharap Garuda segera berbenah diri meningkatkan kepercayaan investor. Diharapkan harga IPO Garuda tidak mengecewakan dan seperti menjual aset negara dengan harga murah.

"Seharusnya Garuda cepat berbenah diri agar mampu meyakinkan investor dan sahamnya mahal," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Garuda kerap mengalami eror dalam pelayanan. Pelanggan juga kerap kecewa sehingga pihak Garuda harus berkali-kali minta maaf.

Senin, 22 November 2010

Pemerintah Ke depan Bukan ABS

Jakarta  - Wakil Presiden Boediono menegaskan, saat ini tidak dibutuhkan laporan "asal bapak senang" (ABS) dari para birokrat tentang layanan publik yang dilaksanakan.


"Dalam reformasi birokrasi, yang penting adalah laporan dari yang diberikan layanan (masyarakat), bukan yang memberikan layanan (birokrat)," katanya di Jakarta, Senin.
Dalam dialognya dengan para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLV Lembaga Ketahanan Nasional, ia mengatakan, pemerintah telah merumuskan indeks kepuasan publik pada seluruh instansi.
"Ke depan, kita akan rumuskan indeks kepuasan publik yang lebih khas dari masing-masing sektor dan instansi, jadi akan lebih diketahui tingkat kepuasan publik," kata Wapres.

Berdasarkan laporan itu, dapat diketahui tingkat kepuasan publik atas layanan yang diberikan pemerintah melalui instansi terkait.
"Sekali lagi, yang penting adalah laporan dari yang diberikan layanan (masyarakat), bukan yang memberikan layanan (birokrat)," ujar Boediono.

Pada kesempatan itu, Wapres Boediono juga mengemukakan pentingnya kontrol terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi baik secara internal maupun eksternal.
"Kontrol secara internal dilakukan oleh bagian yang melekat pada sistem tersebut seperti Irjen yang kredibel dan independen," katanya.



Sedangkan pengawasan eksternal antara lain dilakukan masyarakat. "Kuncinya adalah transparansi dari instansi atau sistem yang ada. Dan saluran yang dapat digunakan masyarakt untuk melakukan kontrol, dan harus ditanggapi," tutur Boediono.



Wapres menegaskan, tujuan reformasi birokrasi adalah untuk meningkatkan pelayanan publik, menghindari penyalahgunaan wewenang, koordinasi dan efisiensi.

Mobil di atas 2005 dilarang Pakai Premium Mulai Januari 2011

Jakarta - Tahun depan, Pemerintah akan berlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan larangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pelat hitam produksi tahun 2005 ke atas. Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini dilakukan pada 1 Januari 2011.
"Harus berjalan," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai membuka acara Indonesia International Conference on Communication, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/11/2010).
Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi itu, lanjut Hatta, dilakukan dengan melarang penggunaan BBM bersubdi untuk kendaraan pelat hitam produksi tahun 2005 ke atas.
"2005 ke atas dulu. Karena kajiannya cukup meyakinkan dari ESDM dan UI cukup bagus," ujarnya.
Hatta menilai kebijakan tersebut cukup baik. Pasalnya, dengan kebijakan tersebut, tidak akan mengurangi kemampuan para pemiliknya untuk membeli BBM non subsidi.

"Dengan kebijakan pelat hitam di atas tahun 2005, tidak akan mengurangi kemampuan mereka untuk membeli BBM non subsidi. Mereka masuk kategori yang cukup mampu," jelasnya.
Namun, Hatta belum menyampaikan persentase penghematan yang dapat dihasilkan dari pembatasan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.



"Berapa persen? Yang jelas banyak sekali karena pertumbuhan penggunaan mobil tinggi," tandasnya.

Selasa, 16 November 2010

HTI: Yang Puasa Hari Ini Hukumnya Haram

JAKARTA- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menegaskan bahwa barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa hari ini, Selasa (16/11/2010) adalah haram hukumnya.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Juru Bicara HTI, Roni Ruslan kepada Tribunnews.com di kantor HTI di Crown Palace Jalan Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan..

"Memang melaksanakan puasa dan Salat Idul Adha hukumnya sunnah, tapi kalau puasa pada hari ini dan Tasyrik itu haram," tegasnya, Selasa (16/11/2010).

Menurutnya, Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi sudah menetapkan bahwa Hari Idul Adha jatuh pada hari Selasa, namun kenapa pemerintah mengikuti ketetapan itu, justru pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Rabu (17/11/2010) esok hari.

"Wukuf itu satu dan Arafah itu tempatnya satu. Seharusnya kita mengikuti ketentuan dari Arab Saudi. Kan perbedaan waktunya cuma 4 jam dengan Indonesia," ungkapnya

SIM Smart Mencegah Pungli di Jalan

Rencana kepolisian Indonesia yang akan menerapkan SIM Smart pada 2011 dinilai suatu kemajuan di jajaran Polri. SIM Smart juga bisa menghilangkan praktek suap menyuap di lapangan yang dilakukan penggendara mobil maupun motor ke petugas polisi.

Sebab dengan hadirnya SIM Smart, pengamat otomotif nasional, Suhari Sargo berpendapat praktek suap atau pemerasan yang biasa terjadi ketika tilang di jalan dapat sedikit tereduksi.

"SIM Smart sangatlah penting. Selain bisa mendidik pengguna jalan yang melanggar juga tertib administrasi. Selama ini banyak pengendara yang ingin damai. Namun dengan adanya SIM Smart pengendara dan petugas akan lebih tertib dan bisa menghilangkan praktek suap menyuap," kata Suhari kepada detikOto, Selasa (16/11/2010).

Menurut Suhari, manfaat adanya SIM Smart masih ada. Selain menghilangkan praktek penyimpang juga bisa menghemat waktu pengguna jalan. Pengguna jalan bisa membayar tilang ditempat dengan cara menggesekan SIM di alat Electrinic Data Capture (EDC) yang dibawa petugas lapangan.

"Waktu pengendara juga lebih hemat. Jadi tidak usah ke pengadilan, cukup gesek di tempat," ucap Suhari.

Namun yang dipertanyakan oleh Suhari adalah penerapan di lapangan dengan menggunakan SIM Smart. Apakah nilai nominal tilang disamakan, bila dilihat bentuk pelanggaran oleh pengguna jalan berbagai macam jenis.

SIM Smart sendiri adalah Surat Izin Mengemudi baru yang menggunakan teknologi microchip yang berfungsi sebagai alat bayar denda. Rencananya Polisi bekerjasama dengan pihak Bank BRI untuk mendopositkan uangnya.

Pertama si pengendara yang memiliki SIM terbaru harus melakukan aktivasi ke kantor Bank BRI. Disana, selain aktivasi si pengendara bisa melakukan top up uang berapa saja tapi maksimal hanya sampai Rp 5 juta.

Pengendara pun tidak harus memiliki rekening bank BRI untuk mendapatkan layanan ini. Pengendara yang tidak memiliki rekening Bank BRI pun tetap bisa memanfaatkan layanan baru ini.

"Berapa saja bisa disetor ke BRI dan tidak harus pemilik dan memiliki rekening BRI saja yang bisa. Semua bisa memanfaatkannya," ungkap Anggota Korlantas Mabes Polri, Fudji beberapa waktu lalu.

Nah saldo inilah yang akan digunakan oleh para pengendara ketika dirinya tertilang polisi. Setiap polisi nanti akan membawa alat gesek kartu atau Electrinic Data Capture (EDC). Para pelanggar lalu lintas tinggal menggesek kartu layaknya menggunakan kartu debit.

Hal ini menghemat banyak waktu karena kita tidak perlu lagi harus ke pengadilan untuk membayar denda tilang seperti yang sekarang dilakukan.

Selasa, 09 November 2010

Gaji Bahasyim Rp20 Juta, tapi Punya Rekening Rp932 M

Mantan Kepala Kantor Pajak VII Bahasyim Assifie terbilang sangat mujur. Dengan gaji per bulan sebesar Rp20 juta, tapi bisa memiliki rekening dengan saldo ratusan miliar.



Hal itu terungkap dari Kakanwil Pajak Pusat Amrizaman saat menjadi saksi persidangan Bahasyim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/11/2010).
“Gajinya lebih kurang Rp20 juta. Saya lupa persis, lalu ada juga tunjangan prestasinya per bulannya,” ungkap dia.
Amrizaman mengakui memang ada ketidakwajaran jika Bahsyim mempunyai uang miliaran rupiah di rekening yang dimilikinya. “Kalau dibandingkan dengan gaji beliau tidak wajar. Kalau ada bisnis lainnya, saya tidak kasih opini,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa Bahasyim pernah mengamankan wajib pajak dalam suatu perkara kasus yang melilit perusahaan tersebut, sehingga dia mendapatkan uang imbalan hingga dua bulan gaji.

"Tahun 2009 dia tercapai penerimaannya dalam hal mengamankan wajib pajak, imbalannya ada. Berlaku mulai 2009. Tapi zaman Bahasyim belum berlaku. Biasanya sekian bulan (satu atau dua bulan) dari gaji. Seingat saya beliau berhasil mengumpulkan 112 persen. Dirupiahkan lebih kurang Rp500 miliar,” tutupnya.

Dalam surat dakwaan, Bahasyim disebut memiliki harta kekayaan berupa uang yang ditransfer ke anak dan istrinya sebesar Rp932 miliar. Akibat perbuatan pemindahbukuan rekening tersebut Bahasyim dituntut melanggar pasal 3 huruf c Undang-Undang No 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang telah diubah menjadi UU No 25 tahun 2003.

Jumat, 05 November 2010

Merapi Makin Berbahaya, Sejumlah Desa di Boyolali Dikosongkan

Sejumlah desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang
berada dalam radius 15 kilometer dari puncak Merapi mulai dikosongkan, Jumat (5/11), seiring makin berbahayanya aktivitas gunung itu.

Desa-desa tersebut adalah Cluntang, Mriyan, Sangup, Jemowo, Sruni, Sumur, Dragan, Lampar, dan Lanjaran di Kecamatan Musuk. Kemudian Desa Wonodoyo, Genting, Sukabumi, Gedangan, Jumbung, Mliwis, Sumbung, dan Paras di Kecamatan Cepogo.

"Evakuasi warga telah dilakukan sejak tadi (Kamis, 4/11) malam, karena aktivitas Merapi sejak sore semakin meningkat," kata Imung, salah seorang relawan yang ditemui di Pendopo Kabupaten Boyolali yang merupakan tempat pengungsian inti.

Selain ke pendopo kabupaten, warga dari desa-desa tersebut diungsikan ke 18 pengungsian lain, yakni gedung DPRD, Mesjid Agung, Pasar Sunggingan, Gedung Olahraga (GOR), Kantor Partai amanat Nasional (PAN), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1, sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1, SMANi 3, SMK Ganesha, Panti Marhaen, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), gedung DPD Golkar, gedung Puri Putri, Sekolah dasar Negeri (SDN) 1, SDN 6, SDN 9, Yonif 408, dan Gereja Kristen Dukutan.

Dari da
ta yang ada, jumlah warga yang mengungsi di berbagai tempat tersebut saat ini tercatat kurang lebih dari 15 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah, karena sampai saat ini aktivitas evakuasi masih berlangsung.

Beberapa relawan yang ditemui mengaku kesulitan mengevakuasi warga, karena jumlah personel yang terbatas dan terkendala ketersediaan armada untuk mengangkut warga. "Selain itu, beberapa dusun juga sulit dijangkau karena jalan menuju tempat itu sangat sempit," tambah Imung. (OL-01)

Bookmark and Share  
 













Presiden Ajak Rakyat Berdoa untuk Korban Merapi

Presiden Ajak Rakyat Berdoa untuk Korban Merapi Presiden Yudhoyono mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para korban bencana letusan Gunung Merapi. Presiden pun mengimbau masyarakat untuk ber-empati terhadap para korban, dengan menyisihkan sejumlah harta atau benda.



Hal itu disampaikan Presiden dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11). Setelah menjabarkan program pemerintah soal penanganan korban letusan Gunung Merapi, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa bagi para korban Merapi. Doa keselamatan bagi warga yang masih bertahan sampai sekarang dan mendoakan bagi korban yang meninggal.

Terkait penanganan korban, Presiden menyatakan bahwa pemerintah menunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai penanggungjawab. Seluruh komando kini berada di BNPB dibantu oleh Gubernur DIY dan Jawa Tengah. Selanjutnya Presiden pun memutuskan untuk berkantor di Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan. Hal itu agar bisa memantau lebih dekat penanganan korban letusan Merapi.(DSY)

Letusan Merapi Terdahsyat di Periode 100 Tahun

Karakter letusan Gunung Merapi kali ini mengalami perubahan yang sangat besar. Merapi mengalami periode letusan panjang di atas 100 tahun dengan energi yang sangat besar.

Berbeda dengan siklus pendek antara 4-6 tahun yang hanya terjadi luncuran awan panas alias wedhus gembel dan pembentukan kubah lava. Demikian dikemukakan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sukhyar saat berbincang dengan okezone, Jumat (5/11/2010).

"Siapapun di Yogyakarta dan para ahli tidak pernah memiliki dan mengalami peristiwa letusan yang masuk siklus panjang," ungkapnya. Artinya, letusan Merapi saat ini tidak pernah terjadi sebelumnya dalam periode panjang di atas 100 tahun. "Ini letusannya dahsyat, ada awan panas, lontaran lava pijar, abu vulkanik," imbuhnya.

Menurut Sukhyar, dari sinyal sismik diperoleh informasi jika aktivitas Merapi meningkat. Letusan terus berlangsung, lontaran awan panas dan lava pijar setinggi 7,5 km dan abu vulkanik. "Letusan jatuh di semua lereng gunung atau semua sektor yang menujukan volume dapur magma yang sangat besar dan tekanan gas tinggi," papar Sukhyar.

Sekadar diketahui, sejak Rabu 3 November hingga siang ini Gunung Merapi terus memuntahkan isi perutnya. Akibatnya, hingga radius 15 km terkena dampak letusan. Sebab itu, pihak otoritas sudah memperluas radius aman Merapi hingga 20 km.

Pada letusan dini hari tadi, dilaporkan korban tewas sebanyak 73 orang. Korban tersebar di dua wilayah, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 69 korban dan empat korban di Jawa Tengah.(ram)
o2

Hujan Deras di Solo Disertai Bau Menyengat Abu Merapi

Jakarta-Hujan deras mengguyur Kota Solo, Jawa Tengah, selepas siang hari ini. Hujan tersebut disertai bau menyengat yang diduga berasal dari abu vulkanik Gunung Merapi.

"Tadinya hujan air. Beberapa menit kemudian tercium bau seperti bau belerang yang sangat menyengat," kata salah satu warga Jl Sumpah Pemuda, Mojosongo, Solo, Sri Dadi, kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Saking bau yang menyedak itu, Sri mengaku merasa tidak betah berada di luar rumah. "Ini saya berada di dalam rumah. Di luar baunya menyedak," imbuhnya.

Sri mengatakan, hujan turun sekitar pukul 14.00 WIB. Selain abu vulkanik Gunung Merapi, hujan dibarengi dengan angin dan petir bersahut-sahutan.

Warga Solo lainnya, Adi Kurniawan, menyatakan hujan deras yang mengguyur wilayahnya membuat abu Gunung Merapi hilang. Sebelumnya, abu tampak melapisi jalan-jalan di kota batik tersebut.

"Hujan deras tengah mengguyur Solo. Abu Merapi dan bau belerang tersebut juga mampir ke Solo. Dianjurkan warga Solo memakai masker," katanya menganjurkan.

Kamis, 04 November 2010

Magelang Hujan Lumpur, Warga Tak Berani Keluar Rumah

Merapi - Hujan abu dan pasir masih mengguyur di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Warga Magelang tidak berani keluar rumah karena abu dan pasir yang bercampur air hujan membuat mata dan kulit perih.

"Kayak hujan lumpur di sini, perih di mata," kata Tommy, yang saat ini berada di Mertoyudan, Magelang, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/11/2010).

Sementara itu Eko, seorang warga Magelang mengatakan, abu dan pasir yang menumpuk dan terkena air hujan membuat Jalan Raya Muntilan licin. Suasana semakin mencekam karena listrik di daerah tersebut padam.

"Banyak mobil yang berhenti akibat debu yang menempel di kaca depan," kata Eko melalu fasilitas info anda detikcom.

Sementara itu Ien, yang tinggal di lereng barat Merapi akhirnya memilih mengungsi karena hujan abu tidak kunjung berhenti. Selain itu, suara gemuruh juga terus-menerus terdengar dari puncak Gunung Merapi.

"Dari pagi hingga sore hujan abu cukup lebat. Hujan deras bercampur abu membuat jarak pandang hanya sekitar 10 meter," kata Ien.

Serpihan yang Jatuh di Batam Dipastikan Berasal dari Mesin Qantas

Jakarta- Sejumlah serpihan pesawat Qantas jatuh di kawasan Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Bisa dipastikan serpihan-serpihan pesawat itu berasal dari badan mesin. Sebab, saat pesawat mendarat darurat di Bandara Changi, Singapura, body mesin terkelupas dan gosong.

Pesawat Airbus A-380
ini memiliki empat mesin. Dua mesin di bawah sayap sebelah kanan dan dua mesin di bawah sayap sebelah kiri. Dari empat mesin itu, hanya satu mesin yang bermasalah, yaitu satu mesin di bawah sayap sebelah kiri.

Dari foto AFP, Kamis (4/10/2010) terlihat jelas bahwa mesin berukuran besar itu sebagian terkelupas penutupnya. Kulit pelapis mesin inilah yang jatuh di kawasan Batam. Kulit penutup mesin ini memang bercat warna putih dan merah bergambar Kanguru yang merupakan logo maskapai Australia ini.

Selain kulit penutup mesin yang sudah tidak ada, sebagian onderdil mesin juga tampak tidak utuh. Sebagian onderdil mesin inilah yang juga jatuh di kawasan Batam. Di bagian mesin, juga tampak gosong, akibat terbakar.

Untuk diketahui, serpihan panjang yang merupakan kulit penutup mesin yang jatuh di Batam memang bercat putih dan merah. Serpihan lembaran penutup mesin itu memang tampak melengkung. Selain itu, juga ditemukan sejumlah serpihan dari onderdil pesawat yang berwarna hitam.

Pesawat Qantas ini mendarat darurat dengan selamat di Bandara Changi sekitar pukul 11.45 waktu Singapura. Pesawat ini sempat berputar-putar di atas udara Batam dalam kondisi berasap. Bahkan, sejumlah warga di Batam mendengar adanya ledakan dari pesawat yang terbang agak rendah itu. Diduga ledakan itu berasal dari mesin pesawat yang kemudian merontokkan body dan onderdil mesin tersebut.

Pesawat ini memiliki rute London-Sydney
dengan mengangkut 443 penumpang dan 16 kru. Setelah terbang dari London, pesawat superjumbo ini kemudian transit di Bandara Changi, Singapura. Setelah take off dari Changi dan menuju Sydney, pesawat mengalami kerusakan mesin saat berada di atas Batam.  Tidak ada korban luka dalam kecelakaan Qantas ini.

Rabu, 03 November 2010

Mantan Anggota BPK Diperiksa KPK

MANTAN anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Baharuddin Aritonang menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan anggota Komisi IX DPR tersebut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) tahun 2004. "Baharudin Aritonang diperiksa sebagai tersangka," kata Baharuddin setibanya di gedung KPK, Rabu (3/11).

Politisi dari Partai Golkar itu belum mau berkomentar soal pemeriksaannya. Ia berjanji akan buka mulut setelah pemeriksaannya selesai. "Nanti kalau perlu kita bicarakan, saya akan lengkap cerita, saya tidak akan lari," imbuh dia sambil memasuki kantor KPK.

Selain Baharudin, masih ada empat tersangka lain yang diperiksa oleh penyidik KPK. Kabiro Humas KPK Johan Budi menjelaskan keempatnya yakni Jefry Tongas Lumban Batu (PDIP), Hengky Baramuli (Partai Golkar), Muhammad Iqbal (PDIP) dan Engelina Patiasina (PDIP). "Mereka diperiksa sebagai tersangka," ujar Johan.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) terpilih tahun 2004 juga kembali diperiksa sebagai saksi. Miranda terlihat mengenakan baju terusan batik warna cokelat.
Ini merupakan pemeriksaan keempat bagi Miranda untuk ke 26 tersangka penerima suap. "Hari ini diperiksa untuk tersangka Golkar," kata Miranda. Melati Hasanah Elandis

Senin, 01 November 2010

SBY Tak Percaya Tahayul dan Ramalan Bencana

Presiden SBY tak mempercayai kabar berita seputar bencana yang terjadi saat ini, didasari atas berita tahayul. Presiden dalam kesempatan itu kemudian menegaskan Indonesia sebagai negara yang rawan bencana.

"Memang beredar rumor dan ramalan. Saudara juga terima via sms, banyak sekali. Termasuk yang aneh-aneh terhadap bersamaannya bencana baik di Mentawai maupun Merapi. Saya mengajak utamanya kabinet dan jajaran pemerintah, saya minta untuk melihat dari kacamata keimanan dan keilmuan. Dengan jernih kita berpikir dan kemudian bertindak," kata presiden, Senin (1/11/2010).

"Ada lagi ramalan beberapa pulau Mentawai, Siberut disebut-sebut akan terjadi gempa kita tidak tahu kapan. Kalau ilmiah harus kita patut untuk simak dan pelajari tapi kalau tahayul kita tidak boleh percayai," presiden kembali mengingatkan.

Diawal pidato pembukaan kabinet, presiden sempat mengatakan apa yang ia sebut dengan berita aktual, breaking news terkait Gunung Merapi yang kembali meletus. Begitu mendengar Merapi meletus untuk kesekian kalinya, presiden mengaku langsung melakukan komunikasi dengan Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X serta kepada Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

"Kedua gubernur langsung pimpin langkah tanggap darurat dari letusan Merapi. Saya instruksikan disamping apa yang dilakukan oleh pemda baik Yogyakarta maupun Jawa Tengah, berupaya sekuat tenaga, selamatkan jiwa saudara-saudara kita di sekitar Gunung Merapi. Saya minta kesadaran dan kerjasama saudara kita untuk mentaati apa yang disampaikan pemerintah untuk keselamatan mereka semua," papar presiden.

Pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Presiden SBY untuk siaga
saat segala sesuatunya harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Presiden kemudian menghimbau, agar cara pandang bangsa Indonesia terhadap gempa dapat diubah.

"Kita harus ubah cara pandang di negeri ini yang intinya negara kita rawan dengan bencana alam, tsunami dan gempa. Kalau kita ada di lempeng-lempeng tektonik, kita harus melakukan apa saja untuk menghadapi bencana itu," presiden menegaskan.

Kamis, 28 Oktober 2010

Gelombang Tsunami Mentawai Mencapai 12 Meter

Gelombang air laut akibat gempa dan Tsunami yang menghantam di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, mencapai tinggi 12 meter. "Gelombang air laut akibat gempa mencapai 12 meter," kata Dedek, satu dari anak buah kapal (ABK) Freedom III di Padang, Kamis (28/10).


Menurut dia, ketika itu kapal baru saja menurunkan jangkar di tengah laut untuk beristirahat.
"Ketika gulungan ombak besar menghantam kapal, para ABK cepat keluar untuk menarik jangkar.Saat menarik jangkar, gulungan ombak juga menghantam, kami kewalahan, terpaksa memutus rantai jangkar,"katanya.

Gulungan ombak besar tersebut menghantam kapal hingga tertarik beberapa meter ke bibir pantai, "Lalu air surut beberapa meter, namun datang lagi gulungan ombak yang menjadikan kapal maju mundur, angin ketika itu juga sangat kencang," katanya.

Saat ombak mencapai delapan meter, terjadi tabrakan dengan Kapal Pesiar `Southern Cross` yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari depan kapal Pesiar Freedom III.

Dia mengatakan, Kapal Pesiar Freedom III menabrak dinding Kapal Pesiar `Southern Cross` persis dekat tabung gas yang ukuran sangat besar. Di titik itu juga ada beberapa liter bensin dalam jerigen.

"Ledakan pun terjadi," kata Dedek beruraikan air mata,
Kapten Kapal Pesiar Freedom III langsung mengarahkan kapal hingga lautan Samudra Hindia untuk menghindari percikan api akibat ledakan `Southern Cross`.
Gulungan ombak besar terjadi selama tiga jam sebelum kapal dapat bersandar kembali. "Kami kembali Resor Macaroni yang berada di Kepulauan Pagai Selatan,"kata Dedek.

Dia menambahkan, ternyata perkampungan yang ada di dekat Resort Macaroni, Kecamatan Pagai Selatan sudah rata dengan tanah.
"Kami tidak melihat lagi warga yang berada di perkampungan tersebut, pemilik meminta segera ke Kota padang untuk melakukan perbaikan kapal yang rusak,"kata Dedek.

Tempat terpisah, Ka.Pos.Pol Air Wilayah Padang, AKP.Firdaus, mengatakan Kapal Pesiar Freedom III, yang tabrakan dengan Kapal Pesiar `Southern Cross`,telah kembali ke Kota Padang.

"Kapal tersebut telah bersandar di Pelabuhan Bungus, Kota Padang pada Rabu (27/10) sekitar pukul 05.00 WIB, dengan membawa anak buah kapal (ABK), serta penumpang `Southern Cross` yang selamat,"katanya.
Dia menambahkan, para ABK `Southern Cross` mengalami luka bakar pada bagian tangan serta bahu, menjalani perawatan disalah satu rumah sakit.


"Sedangkan wisatawan dari Australia telah dibawa oleh agen perjalanan,"kata Firdaus.

Mengenang Mbah Maridjan yang Tawadhu dan Husnul Khatimah

JAKARTA- Nama dan sosok Mbah Maridjan sudah sedemikian dikenal publik Indonesia sebagai kakek yang bersahaja, bertanggungjawab terhadap amanah yang diemban dan setia memenuhi janjinya sampai akhir.



Mbah Maridjan bergelar Mas Penewu Suraksohargo.



Lahir di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman pada tahun 1927.






Menjadi Juru kunci Gunung Merapi 1982


Wakil juru kunci 1970


Amanah dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX.






Mempunyai 3 anak yaitu


Mbah Ajungan


Raden Ayu Surjuna


Raden Ayu Murjana.




Mbah Ajungan menjadi penasihat presiden Sukarno tahun 1968-1969, kemudian menjadi wali Mangkunagara VIII tahun 1974-1987.


Mbah Maridjan yang sering mengenakan baju batik dan sarung ini walau terkenal sebagai bintang iklan Sido Muncul, sisi kehidupannya sebagai juru kunci Gunung Merapi tetap melekat padanya.



Pria kelahiran Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman tahun 1927 walau sudah berusia 83 tahun tapi tampak kuat dan tegar. Kesetiaannya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang memberi amanah untuk menjadi juru kunci Gunung Merapi ditunaikan dengan baik, bahkan tak tergoda dan tidak silau dengan kemewahan dunia.



Mbah Maridjan yang bergelar Mas Penewu Suraksohargo (Sang Penjaga atau Juru Kunci Gunung Merapi) tetap teguh mendiami tanah kelahirannya yang jauh dari hiruk pikuk kemewahan. Bahkan dana yang diperoleh dari iklan juga dipakai untuk membangun Kinahreja termasuk rumah dan mesjid di dusunnya itu.


Gaya bicaranya yang lugu dan lucu sering tampak seperti banyolan tapi penuh makna. Dia sering melontarkan kalimat kalimat dalam bahasa Jawa yang sarat makna. "Aja kesusu golek jenang yen durung nduwe jeneng" Jangan buru buru cari harta kalau memang belum punya nama atau karya perjuangan untuk masyarakat.

Ketaatan atas perintah Kanjung Sultan HB IX ditunjukkan tahun 2006 saat Gunung Merapi meluluhlantakkan wilayah sekitar letusan Merapi kala itu. Mbah Maridjan keukeuh tidak mau meninggalkan Merapi walau gunung paling aktif di dunia itu "batuk-batuk" dan menyemburkan awan panas berbahaya. Saat itu Mbah Maridjan selamat

Berbeda dengan letusan gunung Merapi 26 Oktober 2010 yang disusul dengan semburan awan panas menyapu dukuh Kinahrejo tempatnya berdiam. Walau tim relawan dan SAR sudah merayu mengajak Mbah Maridjan untuk mengungsi tapi dia belum bersedia meninggalkan tempatnya bertugas.


Dia bersedia mengungsi meninggalkan kediamannya apabila sudah menunaikan Salat Maghrib di masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Ternyata Allah memanggil Mbah Maridjan pada saat juru kunci itu sedang menunaikan salat.


Keteguhannya untuk mendahulukan ketaatan kepada Tuhan mengalahkan segala-galanya, walau bahaya sudah mengancam. Mbah Maridjan berusaha memberikan pengabdian terbaik melalui salat Maghrib yang terakhir kali. Dan saat dia dalam posisi sujud itulah, Allah memanggilnya hingga tampak jenazahnya persis saat melaksanakan salat, suatu puncak ketundukan hamba kepada Sang Khalik yaitu sujud meninggikan namaNya.

Mbah Maridjan memang tampak sering mengadakan nasi tumpeng di dukuhnya untuk mengumpulkan warga membaca doa dan mengirim doa untuk arwah leluhur. Tradisi ini umum dilakukan oleh ummat Islam khususnya warga Nahdliyin yang rajin mengirim doa untuk para pendahulunya.


Pernah paranormal Ki Joko Bodo berkunjung ke kediaman Mbah Maridjan yang kemudian juga turut serta mengirim doa dilengkapi dengan nasi tumpeng sebagai simbul untuk menggalang persatuan warga agar memuji Sang Khalik yang Maha Tinggi. Mbah Maridjan pun tak ambil pusing apa kata orang terkait hal itu yang dibilang suka melakukan sesaji, tapi dia tetap santun dengan menjaga budaya Jawa beriringan dalam pengabdian kepada Nya.


Mbah Maridjan sosok yang sederhana, tawadhu, jujur, polos, lucu, teguh pendirian dan suka membantu sesama. Penilaian itu tak berlebihan karena Mbah Maridjan juga pernah menyempatkan diri mengunjungi korban banjir di Jakarta tahun 2007 dan di lain waktu.


Walau dia terkenal dengan "roso-roso" (kuat kuat) tapi sebenarnya Mbah Maridjan tidak ingin dirinya terkenal karena takut sombong. Jangan mengabadikan fotonya untuk hal hal yang tidak berguna. Jangan ambil foto saya. Itu artinya dia tidak mau sombong atau terkenal melebih kapasitas dan karyanya. Sosok yang rendah diri dan bersahaja.

Kini publik Indonesia telah kehilangan sosok mulia itu setelah tim medis memastikan bahwa jenazah yang ditemukan dalam posisi bersujud adalah Mbah Maridjan si juru kunci Merapi. Keluarganya selamat karena sudah bersedia mengungsi saat saat terakhir sebelum awan panas menyapu Kinahrejo.



Kamis (28/10/2010) sebelum Zuhur, jenazahnya akan dimakamkan di kawasan Srunen, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Jogjakarta. Kematiannya meninggalkan banyak pesan dan nasihat bagi manusia yang mengetahuinya. Kepergiannya penuh hikmah, husnul khatimah, suatu harapan yang banyak diidam-idamkan oleh manusia dalam doa dan ikhtiarnya. Selamat jalan Mbah Maridjan semoga karya dan kiprahmu dicatat sebagai amal ibadah di sisiNya.

11 Desa di Mentawai Belum Terjamah




 PADANG11 Desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dikabarkan belum terjamah pasca-bencana gempa bumi disertai gelombang tsunami Senin lalu.

Hal tersebut diutarakan Mentri Sosial Salim Segaf Al Jufrie kepada wartawan di Padang, Rabu (27/10/2010) malam.

"Ada 11 desa yang masih belum terjamah. Sedikitnya ada 1.945 warga ada disana. Saat ini tim dari TNI sudah mendatangi desa tersebut," jelasnya.

Sementara itu, makanan dan obat-obatan menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi para korban bencana tsunami. "Saat ini yang dibutuhkan pengungsi adalah makanan bayi, obat-obatan, dan selimut," tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Salim menyampaikan jika Kementrian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyumbang Rp1 Milyar untuk membantu korban di Mentawai dan sekitarnya.
Rencananya, Presiden akan mendatangi Mentawai pagi nanti untuk meninjau langsung lokasi kejadian dan kondisi para pengungsi. "Presiden akan didampingi saya dan Gubernur Sumbar," tandasnya.

Mbah Maridjan dan Kisah Para Dukun yang Numpang Tenar

Jakarta - Tak bisa dipungkiri meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2006 silam melambungkan nama Mbah Maridjan. Pria yang diangkat oleh Sultan Hamengkubuwono IX sebagai kuncen Gunung Merapi ini pun terus menjadi incaran media, terutama TV. Mungkin karena alasan inilah, banyak paranormal yang tiba-tiba datang ke kediaman Mbah Maridjan.





Saat aktual-info.tk meliput letusan Gunung Merapi pada Mei 2006 silam, sejak awal Merapi batuk-batuk hingga akhirnya memuntahkan lahar panas ke daerah Kaliadem, setidaknya ada belasan paranormal, atau mungkin saja orang-orang yang mengaku paranormal datang ke rumah Mbah Maridjan dengan alasan macam-macam.

"Saya datang ke sini karena bermimpi dan disuruh ke sini," kata seorang pria yang memakai jubah serta sorban serba hitam di kediaman Mbah Maridjan saat merapi mulai beraktivitas, 2006 silam.

Pria tersebuat tampak membawa sebuah bungkusan yang tak lain berupa sebuah pedang. Dalam kesempatan sore menjelang maghrib itu, di hadapan Mbah Maridjan pria tersebut mohon izin untuk membuka bungkusan itu.


Saat bungkusan itu dibuka dan digenggam olehnya, tiba-tiba dari luar terdengar suara halilintar yang sangat keras. Maklum, saat itu memang cuaca lagi mendung.

"Lihatlah, alam pun menyaksikan kekuatan pedang ini," kata pria tersebut bangga.

Tak lama setelah itu, dia pun pamit. Tapi sebelum pulang, dia tampak celingak-celinguk.

"Mana ya wartawan. Bisa mampir ke padepokan saya di Jakarta," kata pria itu sambil membagibagikan kartu nama.

Tak cuma pria berjubah ini saja yang datang ke Mbah Maridjan. Ada juga wanita berusia 40-an tahun yang mengaku jalan kaki dari Kediri, Jawa Timur, tanpa memakai alas kaki.
"Saya kesini memang diminta Mbah Maridjan lewat mimpi," ujarnya kala itu.

Seperti tamu-tamu sebelumnya, dia juga ikut nimbrung di ruang tamu Mbah Maridjan. Namun sesekali cerita-cerita tentang perjalanannya dari Kediri ke Gunung Merapi yang menurutnya dia lakukan cuma satu hari satu malam saja, meski jalan kaki.
"Saya cuma sehari saja," katanya sambil menunjukkan telapak kakinya yang sama sekali tidak lecet.
Namun, ada juga paranornal yang sudah terkenal sowan menemui Mbah Maridjan. Dia adalah Ki Joko Bodo. Dia berkunjung ke rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakata, Kamis (18/5/2006). Rombongan Ki Joko Bodo tiba di kediaman Mbah Maridjan bersama dengannya, sejumlah artis ibukota, seperti Edies Adelia, Uni Sulistyowati, pelawak Rabies dan lain-lain.
Rombongan ini membawa sumbangan untuk masyarakat Kinahrejo, berupa 650 kg beras, 100 dus mie instan, dan 580 sarung. Setelah ngobrol, dua tokoh ini melakukan upacara ritual bersama. Dipimpin Mbah Maridjan dan Ki Joko Bodo, mereka membawa nasi tumpeng yang diarak ke depan masjid. Setelah itu, mereka melakukan ritual mengelilingi masjid 3 kali sambil membuang beras kuning dan kembang.

Selesai mengelilingi masjid 3 kali, mereka kemudian naik ke arah kuburan keluarga Mbah Maridjan. Di sana mereka berdoa sambil menabur bunga, dan kacang ijo sebagai simbol mengusir roh halus. Setelah selesai, turun lagi dan berdoa dan makan tumpeng bersama-sama.



Aksi ini mendapat perhatian warga. Sekitar 50 orang memadati halaman rumah Mbah Maridjan yang terletak sekitar 4 km dari arah puncak Merapi. Usai melakukan ritual, kepada wartawan Ki Joko Bodo mengaku telah mendapat wangsit untuk ritual ke Gunung Merapi.

"Ritual ini dilakukan untuk menyikapi kejadian yang terjadi belakangan ini. Kejadian ini merupakan simbol, tanda-tanda alam. Ada situasi ekonomi terpuruk, terjadinya konflik sosial, mandeknya hukum, yang membuat penguasa alam marah," kata Ki Joko Bodo.

Begitulah, Mbah Maridjan tak pernah menolak siapa pun yang ingin datang bertamu kepadanya. Meski kadang hanya untuk numpang tenar saja.


http://www.aktual-info.tk/